Sabtu, 30 Maret 2019

PKMF MIPA 1 2019


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Halo teman-teman, gimana nih kabar kalian? 
Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. 
Kita berjumpa lagi nih di postingan ini. Di postingan sebelum-sebelumnya saya menyampaikan field report dari rangkaian-rangkaian acara PKMPB Se-Matematika 2018 yaitu Briefing, Pra 1, dan Pra 2. Nah, di postingan kali ini saya akan berbagi pengalaman serta ilmu mengenai rangkaian acara kaderisasi tingkat fakultas nih, yaitu PKMF MIPA 2019 khususnya PKMF 1 yang dilaksanakan pada hari Rabu (27 Maret 2019).

Sebelumnya saya mohon maaf karena tidak bisa menyampaikan field report kegiatan secara lengkap dikarenakan terlambat, tapi tidak ada maksud menyepelekan dan saya juga sudah mendapat izin dari ketua pelaksana yakni Kak Fahmi dengan alasan yang jelas. Dan tenang saja, saya sempat menerima full materi yang disampaikan oleh Ka Bais tentang Urgensi Kaderisasi.

Urgensi Kaderisasi

Kaderisasi merupakan proses maupun cara untuk menciptakan pemimpin selanjutnya setelah kita

Definisi dari Bung Hatta sendiri menggambarkan kaderisasi sebagai kegiatan menanam bibit.

Adapun tugas kader sebagai berikut :
1. Pembentukan
2. Penjagaan
3. Peningkatan Kualitas Kaderisasi
4. Pewarisan

Fungsi Kaderisasi
1. Pewarisan Nilai Organisasi
2. Penjamin Keberlangsungan Organisasi
3. Sarana belajar bagi anggota

Kenapa penting kaderisasi?

Kaderisasi merupakan estafet dari perjuangan

Tahapan- Tahapan Opmawa UNJ
PKMP - (PKMF/PLMF) - (PKMU/PLMU)

Di dalam proses pengkaderan pasti didapatkan tantangan, berikut adalah tantangan kaderisasi yaitu :

1. Ekonomi
2. Akademik
3. Perasaan (Tak ada ketertarikan pengkaderan)

Untuk menghadapi tantangan tersebut, kita harus mempunyai nilai standar kaderisasi yang efektif dan ideal. Berikut adalah kaderisasi yang efektif dan ideal, yaitu :

1. Konsep yang terencana
2. Wakty yang teragendakan
3. Output dan Input yang jelas

Diakhir presentasi, Kak Bais menyampaikan beberapa kalimat yang menggambarkan apa dan bagaiman seharusnya kaderisasi itu.
Disaat orang lain meminta, Engkau Memberi
Disaat orang lain menyalahkan, Engkau Memaafkan
Disaat orang lain menyakiti, Engkau menebar kasih sayang
Disaat orang mengucilkannya, Engkau mencukupkannya

Sepertinya cukup sekian yang dapat saya sampaikan untuk kesempatan kali ini, semoga kita semua diberi kesehatan agar dapat bertemu dikesempatan berikutnya. Kurang lebihnya mohon maaf.


#PKMFMIPA2019
#FMIPAMelesat
#IntegritasTanpaBatas

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Resume Risalah Perjuangan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Halo teman-teman, gimana nih kabar kalian? 
Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. 
Kita berjumpa lagi nih di postingan yang Inshaallah bermanfaat. 

Di postingan kali ini saya akan berbagi resume saya dari Risalah Perjuangan.
Bagaimana? Tertarik kan? Yuk disimak.


Manajemen Aksi Pergerakan Mahasiswa

Aksi Masa


Merupakan berhimpun dan bergeraknya sebuah komunitas sosial yang disebabkan oleh adanya wacana politik tertentu yang bisa dipahami secara rasional dan atau emosional.


Citra yang terbangun berkaitan dengan demonstari dikalangan masyarakat memang bermacam-macam. Namun, tak sedikit yang merasa ngeri ketika mendengar kata demonstrasi karena selama ini demonstrasi identik dengan kekerasan.

Bukan tanpa alasan, tak sedikit demonstrasi yang berakhir dengan bentrokan dan kerusuhan. bahkan media masssa pun menggambarkan demonstrasi yang disertai dengan darah dan luka.

Realitas seperti itu yang membuat tak sedikit masyarakat anti terhadap demonstrasi. mereka ketakuan dengan fakta demonstrasi yang selama ini ditampilkan di televisi, ssurat kabar, majalah, maedia onlin, dan sebagainya.

Konstitusional Nir-kekerasan


Fenomena menurunnya citra demokrasi di kalangan masyarakatbmerupakan hal yang perlu dicermati.
Apabila masyarakat tidak mendukung aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa, maka itu alamatnya pergerakan mahasiswa mendapat antipati bukannya simpati.

Dari berbagai macam metode aksi, Sharp -yang dijuluki "machiavelli nir-kekerasan" itu- membagi ke dalam tiga bagian besar menurut derajat intensitasnya :

  • protes, demonstrasi, dan persuasi
  • Nonkooperasi ekonomi, sosial, politik
  • Intervensi tanpa kekerasan
Ketika dengan protes, demonstarsi dan persuasi sudah berhasil, metode nonkooperasi tidak dipergunakan. metode intervensi dipakai hanya sebagai senjata pamungkas ketika protes, persuasi dan nonkooperasi tidak berhasil.

Pergerakan mahasiswa seharusnya menghindari bentuk-bentuk violent action yang dilakukan dengan kekerasan, anarkis, kerusuhan dan teror publik. Aksi-aksi anarkis seperti inilah yang mencederai citra pergerakan mahasiswa sebagai pergerakan moral dan intelektual.

Maka dari itu sangat penting bagi kita sebagai mahasiswa menjaga intelektual moral dan manusia yang terdidik



Sepertinya cukup sekian yang dapat saya sampaikan untuk kesempatan kali ini, semoga kita semua diberi kesehatan agar dapat bertemu dikesempatan berikutnya. Kurang lebihnya mohon maaf.



Sumber : Kusumah, Indra. 2007. Buku Risalah Pergerakan Mahasiswa. Bandung: Indydec Press.

#PKMFMIPA2019

#FMIPAMelesat
#IntegritasTanpaBatas


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.